Tahun yang membuat Nabi Muhammad sedih yaitu Tahun Duka Cita mari kita simak bersama…

Tahun Duka Cita atau Ammul Huzni

Setelah umat Islam, keluarga bani Hasyim dan bani Mutholib terbebas dari pemboikotan dan pengasingan dan Nabi Muhammad Saw. telah melakukan dakwah lebih kurang 10 tahun. Selang beberapa bulan kemudian, dua orang pelindung Rasulullah, Siti Khadijah binti Khuwalid dan Abu Thalib bin Abdul Muthalib Wafat.
Dua orang yang menjadi tulang punggung dalam melaksanakan tugasnya menyiarkan agama Islam, Abu Thalib menjadi perisai yang melindungi dan memelihara Nabi Muhammad Saw dengan segala kekuatan dan ketabahan hati yang dimilikinya.
Penyakit keras telah menjulur ke seluruh tubuh Abu Thalib, dan ia tidak dapat meninggalkan tempat tidur. Tak lama kemudian ia menderita sakaratul maut. Ketika itu Rasulullah berada di sisi kepalanya mengharap agar ia mau mengucapkan kalimat la ilaha illallah sebelum kematiannya.
Namun teman-teman buruknya yang juga berada di sisinya, termasuk tokoh mereka Abu Jahal, mencegahnya dengan berkata kepadanya: “Jangan tinggalkan agama leluhurmu”. Akhirnya iapun meninggal dalam keadaan musyrik. Maka kesedihan Rasulullah Saw. atasnya semakin berlipat ganda karena beliau telah ditinggalkannya sebelum pamannya memeluk agama Islam.

Namun pantas untuk dicatat saat Abu Thalib sakaratul maut beliau mengucap “Aku telah yakin bahwa agama Muhammad adalah agama yang paling baik” beberapa ahli sejarah mengambil kesimpulan bahwa Abu Thalib bin Abdul Muthalib telah menganut agama Islam dengan tidak memperlihatkan secara terus terang.
Semoga bermanfaat, ingin tahu kelanjutannya?? Ayo baca di part 13 sekian terimakasih… ^-^






.jpeg)
.jpeg)

















.jpeg)