Kategori
Sejarah Islam

Sejarah dakwah Rosulullah Saw periode Islam di Mekkah Part 1

Kita tidak asing lagi dengan Nabi terakhir kita Nabi Muhammad Saw beliau adalah panutan kita di setiap aspek kehidupan.

Lalu bagaiman sejarah dakwah beliaudalam menyebarkan islam? Yuk kita simak bersama.
Memasuki empat belas tahun usia pernikahan Nabi Muhammad Saw degan Siti Khadijah, Nabi Muhammad Saw , sering beribadah dan meminta petunjuk kepada Al lah swt untuk mendaptkan petunjuk, lalu beliau berkhalwat di Gua Hira, yaitu gua yang berda di bukit Nur (jabal nur) yang terletak di dekat Mekkah.

Berkhalwat dilakukan oleh beliau dengan khusyu, kadang sampai beberapa hati beliau baru pulang jika bekal sudah habis. Disanalah, beliau menghabiskan waktu selama berhari-hari dan bermalam-malam. Pada malam bertepatan dengna malam Jum’at tanggal 17 Ramadhan, yitu ketika beliau sedang bertafakur di dalam Gua Hira dan berusia empat puluh tahun, beliau didatangi malaikat Jibaril yang seraya berkata kepadanya : “Bacalah!”, ya Muhammad, beliau menjawab: “saya tidak bisa membaca”. Malaikat Jibril memeluk Nabi Muhammad mengulangi perintah ini untuk kedua kalinya.

Dan pada yang ketiga kalinya, Nabi Muhammad saw berkata apa yang harus saya baca, lalu Jibril berkata kepadanya, dengan membawa wahyu pertama dari Allah swt yaitu surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5 :

Ini adalah awal dari perjuangan beliau untuk menyebarkan agama islam di kota mekkah.
Sekian terimakasih mau tau lanjutan nya ayo simak di part 2 tentang sejarah dakwah nabi.

Ig : @dendyherdi

Kategori
Sejarah Islam

Sejarah dakwah Rosulullah Saw periode Islam di Mekkah Part 14

Akhirnya, Beliau sampai di Thaif bersama Zaid bin Tsabit. Akan tetapi, setiap kesulitan itu menjadi mudah bila berada di jalan Allah. Selama sepuluh hari tinggal di Thaif Nabi menyampaikan seruan tauhid meskipun ada yang mau menerima dakwah Islam, akan tetapi penduduk Thaif justru banyak yang menolak beliau dengan penolakan yang lebih buruk.

Mereka menyuruh anak-anak kecil untuk melempari beliau dengan batu, sehingga kedua tumit beliau berdarah. Akhirnya, beliau kembali melalui jalan semula menuju Mekkah dalam keadaan sedih dan susah. Lalu Jibril bersama malaikat gunung menghampirinya. Jibril memanggil beliau dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah mengutus kepadamu malaikat gunung untuk kamu suruh sesuai keinginanmu”. Setelah itu malaikat gunung berkata: “Hai Muhammad, jika kamu mau, aku akan meruntuhkan kedua benda keras ini (maksudnya, dua gunung yang mengelilingi Mekkah) di atas mereka”. Nabi menjawab: “Justru saya mengharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka, orang yang mau menyembah Allah Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya”.

Di antara beberapa debat yang dilancarkan kaum musyrikin terhadap Rasulullah adalah mereka menuntut beberapa mukjizat tertentu darinya dengan tujuan menundukkan beliau, dan hal ini terjadi berulang kali.

Pernah suatu kali, mereka meminta agar beliau dapat membelah bulan menjadi dua, lalu beliau memohon kepada Allah, untuk kemudian memperlihatkan kepada mereka. Kaum Quraisy menyaksikan mukjizat ini untuk waktu yang lama, tapi mereka tetap saja tidak beriman.

Bahkan, mereka mengatakan: “Muhammad telah bermain sihir di hadapan kami”. Lalu seseorang berkata: “Kalaupun toh Muhammad mampu menyihir kalian, namun ia tidak akan mampu menyihir semua orang.

Oleh karena itu, mari kita tunggu orang-orang yang sedang bepergian”. Tak lama kemudian, orang-orang yang sedang bepergian itu datang dan kaum Quraisy menanyai mereka. Lalu mereka pun menjawab: “Benar kami telah melihatnya”. Namun demikian kaum Quraisy tetap saja pada kekafiran mereka. Peristiwa terbelahnya bulan ini, seakan-akan sebagai pembuka bagi sesuatu yang lebih besar darinya, yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj.

Sekian terimakasih ^-^ semoga bermanfaat

Kategori
Sejarah Islam

Sejarah dakwah Rosulullah Saw periode Islam di Mekkah part 13

Siti Khadijah binti Khuwalid isteri Nabi Muhammad Saw wafat dalam usia 65 tahun. Selama 25 tahun Siti Khadijah menemani Nabi Muhammad Saw., Siti Khadijah sosok isteri yang setia, orang yang mula pertama mengikuti ajaran Rasulullah, telah menyokong perjuangan dakwah Islamiyah dengan segenap jiwa, raga dan harta, dan selalu memberikan kesejahteraan serta ketenteraman pada diri Nabi Muhammad Saw.

Menjadi mendamping dan pendukung misi dakwah Rasulullah, sehingga Rasulullah Saw. semakin merasakan duka yang sangat pedih. Sementara itu cobaan yang ditimpakan oleh kaumnya kepada beliau setelah kematian Abu Thalib dan isterinya, Khadijah, justru semakin berat. Dengan meningglnya dua orang ini kaum Quraisy semakin menekan Nabi Muhammad Saw.

Dengan menyakitinya secara fisik, menghina dan melecehkan Rasulullah Saw. Abu Lahab, Hakim bin Ash dan Utbah bin Muit selalu melempari kotoran dan najis di jalanan menuju rumah dan ke halaman rumah Nabi Muhammad Saw., bahkan isteri Abu Lahab selalu meletakan duri atau pecahan-pecahan di muka pintu Rasulullah Saw.

Nabi Muhammad Saw Hijrah ke Thaif
Sepeninggal Abu Thalib dan Siti Khadijah, puncak dari sikap permusuhan kaum Quraisy semakin keras. Dalam kondisi ini timbul keinginan dari Nabi Muhammad Saw. untuk berlindung ke Thaif negeri yang terkenal berhawa sejuk dan keramahan penduduknya terhadap tamu yang datang.

Dengan harapan masyarakat Thaif berkenan mendengar dakwah Islam. Perjalanan ke Thaif ini sebenarnya tidaklah mudah, mengingat sulitnya medan yang dilalui disebabkan gunung-gunung yang tinggi yang mengelilinginya.

Sekian terimakasih ^-^

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai