Nabi Muhammad Saw tetap melanjutkan dakwah dan memulai secara terang-terangan di tempat-tempat mereka berkumpul, mengajak mereka masuk agaman Islam, bahkan beliau melakukan shalat di sisi Ka’bah. Orang – orang kafir yang tidak suka dengan ajaran Islam semakin membenci ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw., sementara itu, penyiksaan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin yakni dengan menghalangi hamba sahaya dan orang-orang lemah, sebagaimana yang dialami Yasir dan puteranya ‘Ammar serta istrinya Sumaiyah.

Yasir yang akhirnya mati syahid, sedangkan istrinya Sumaiyah wafat karena ditikam tombak Abu Jahal, bahkan Sumaiyah adalah wanita pertama dalam Islam yang mati syahid disebabkan oleh penyiksaan.
Begitu pula siksaan yang ditimpakan Umayyah bin Khalaf dan Abu Jahal kepada Bilal bin Rabah, Khabab Ibnul Aris dan yang lainnya. Sebelumnya, Bilal
masuk Islam melalui perantara Abu Bakar. Suatu ketika Umayyah mengetahuinya, lalu ia pun menimpakan berbagai macam siksaan agar Bilal mau meninggalkan Islam. Namun, Bilal menolak dan tetap berpegang teguh pada agama Islam.

Lalu Umayyah membawa Bilal keluar kota Mekkah dalam keadaan terikat rantai. Setelah tubuhnya ditelentangkan di atas padang pasir yang membara, diletakkan batu besar di atas dadanya, untuk kemudian Umayyah beserta para pengikutnya menghujaninya dengan cambukan. Sungguh suatu penyiksaan yang diluar batas peri kemanusiaan. Namun, Bilal berkali-kali hanya mengucapkan Ahad, Ahad, (Yang Maha Esa), hingga akhirnya Abu Bakar melihatnya.
Dengan seketika itu, Abu Bakar membelinya dari Umayyah dan memerdekakannya di jalan Allah Swt.Dari serangkaian siksaan yang mendera kaum muslimin ini, Rasulullah Saw melarang kaum muslimin mengumumkan keislman mereka, sebagaimana yang beliau lakukan ketika berkumpul dengan cara diam-diam.
Karena seandainya beliau berkumpul secara terang-terangan, maka kaum musyrikin pasti menghalangi beliau dalam menyampaikan pengajaran dan petunjuk kepada kaum muslimin. Bahkan hal ini bisa jadi akan mendatangkan bentrokan di antara dua kelompok. Dan sudah diketahui, bahwa bentrokan ini bisa mengakibatkan kehancuran dan kebinasan kaum muslimin, mengingat sedikitnya jumlah mereka.
Oleh karenanya, hikmah yang paling nyata di sini adalah mereka harus masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Lain halnya dengan Rasulullah Saw beliau tetap berdakwah dan beribadah secara terang-terangan di hadapan orang-orang musyrik, sekalipun beliau menerima siksaan dari kaum kafir Quraisy.
Itulah bagaimana cara seseorang dapat mempertahankan imannya…
Sekian terimakasih semoga bermanfaat ^-^