Kategori
Sejarah Islam

Sejarah dakwah Rosulullah Saw periode Islam di Mekkah part 5

Kemudian, sebagai balas budi pada Abu Thalib, Nabi memilih Ali untuk di didik dan di tanggung nafkahnya. Dalam kondisi seperti ini, hati Ali pun terbuka dan akhirnya masuk Islam. Setelah itu, barulah Zaid bin Haritsah, seorang budak yang telah dimerdekaan oleh Siti Khadijah menyusul masuk Islam. Rasulullah juga bercerita kepada teman akrabnya, Abu Bakar Assidiq, maka ia pun beriman dan membenarkannya tanpa ada keraguan, kemudian Abu Bakar Assidiq mengajak teman seperdagangannya mereka menyambut dengan baik, diantara mereka yang masuk islam adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwan, Sa’ad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah bin Jarrah dan Al-Arqam bin Abil Arqam.

Fase kedua secara terang- terangan ( jahriyah) setelah Allah menurunkan firmannya:

Artinya: ” Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat.” (Q.S As-Syu’ara : 214).

Nabi menyeru Bani Abdul Muthalib sesudah mereka berkumpul berkatalah Nabi :

” Menurut yang saya ketahui belum pernah seorang pemuda membawa sesuatu dari kaumnya yang lebih utama dari apa yang saya bawa untuk kamu. Saya bawa untuk kamu segala kebaikan dunia dan akhirat.”

Perkataan Nabi Muhammad Saw ini disambut dan dibenarkan oleh sebagian oleh mereka yang hadir, tetapi ada juga sebagian yang mendustakannya, Abu Lahab pamannya sangat mendustakan demikian juga istrinya.

Abu Lahab berkata:

” Celakalah engkau! Apa untuk inikah kami engkau panggil?”

Sehubung dengan tindakan yang yang dilakukan oleh Abu Lahab ini. Maka Allah menurunkan firman-Nya :

Artinya : ” Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!, Tidaklah berguna baginya hartany dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk kedalam api yang bergejolak (neraka). Dan ( begitu pula) istrinya, pembawa katu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.” ( Q.S Al- Lahab : 1-5).

Lalu bagaimanakah kelanjutannya?

Kita bahas di part 6 ya guys

Sekian semoga bermanfaat ^-^

Ig: @dendyherdi

Kategori
Sejarah Islam

Sejarah dakwah Rosulullah Saw periode Islam di Mekkah part 4

Lalu Nabi Muhammad Saw merasa takut mendengar suara itu, beliau segera kembali kerumahdan menyuruh istrinya Siti Khadijah untuk untuk menyelimutinya, suara tadi terdengar lagi dengan jelas dan semakin dekat Jibril Mendatanginya sambil duduk di atas kursi antara bumi dan langit lalu turunlah ayat ini :

Artinya: ” Hai orang yang berkemul (berselimut); Bqngunlah, lalu berilah peringatan!, Dan Tuhanmu agungkanlah!, Dan pakaianmu bersikanlah; Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.” ( Q.S Al-Mudasir : 1-5).

Setelah menerima dan menghafal wahyu ini Nabi Muhammad Saw menanggalkan selimutnya, rasa takut dan getarnya pun hilang. Mulai saat itulah Nabi Muhammad telah diangkat menjadi Nabi dan Rasul oleh Allah Swt.

Tugas baru telah datang, yaitu menyebarkan agama islam kepada seluruh umat manusia di muka bumi, setelah itu wahyu pun terus datang dan turun terus menerus dan berkelanjutan.

Kepada pamannya Abu Thalib, Nabi Muhammad Saw berkeinginan untuk menyampaikan wahyu tersebut tetapi beliau takut kalau kurang mendapat sambutan. NAbi memulai dakwahnya, yang terbagi dalam dua fase . Fase yang pertama secara sembunyi- sembunyi (Sirriyah).

Pada fase ini Nabi Muhammad Saw menyeru keluarga dan sahabat dekatnya, Siti Khadijah masuk Islam dan bersaksi atas keesaan Allah dan kenabian suaminya yang mulia. Sehingga ia adalah orang yang pertama kali masuk islam.

Lalu bagaimanakah kela jutan dari perjuangan Nabi Muhammad Saw ?

Di bahas di part 5 ya guyss

Sekian terimakasih semiga bermanfaat ^-^

Ig: @dendyherdi

Kategori
Sejarah Islam

Sejarah dakwah Rosulullah Saw periode Islam di Mekkah part 3

Setelah tenang Siti Khadijah mengajak Nabi Muhammad Saw untuk menemui saudaranya seorang ahli kitab Waraqah bib Naufal. Di depan Waraqah Nabi Muhammad Saw menceritakan semua yang terjadi, Waraqah bib Naufal dengan penuh perhatian dia mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw, kemudian Waraqah membuka kitab Taurat dan Injil serta berkata :

” Demi Tuhan, yang datang itu adalah Malaikat Jibril yabg pernah datang pada Nabi Musa, baik- baiklah untuk menjaga diri, tabahkan hatimu Wahai Muhammad, kelak engkau akan di angkat menjadi Rasul, jangan takut, tapi gembira lah menerima wahyu itu.”

Setelah Nabi Muhammad saw mendapatkan wahyu pertama dari Allah Swt dan juga telah mendapatkan nasehat dari Waraqah bin Naufal. Beberapa malam Nabi Muhammad Saw telah siap menerima wahyu kembali, tetapi wahyu tersebut tidak kunjung datang.

Baru pada malam 40 setelah wahyu pertama turun barulah turun wahyu yang kedua turun, waktu itu Nabi sedang berjalan-jalan ke suatu tempat. Tiba- tiba mendengar suara :

” Ya Muhammad, engkau benar utusan Allah.”

Lalu bagaimanakah kelanjutannya?

Lihat nanti di part 4 ya guys

Sekian semoga bermanfaat ^-^

Ig: @dendyherdi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai