Sejarah dakwah Rosullah saw periode islam di Mekkah part 2
Berikut adalah lanjutan dari part 1 sebelumnya tentang sejarah dakwah Di Kota Mekkah

Nabi Muhammada saw pun mengikuti apa yang diucapkan malaikat Jibril dengan baik sampai hafal. Setah itu, Jibril pun meninggalkanya, dan Rosullah saw sudah tidak kuat lagi berda di gua Hira.
Akhirnya beliau pulang ke rumahnya dengan raut muka yang pucat dan menghampirinya istrinya Khadijah mersa heran dengan raut muka yang pucat dan menghampiri istrinya.
Siti Khadijah heran dan bertanya “ apa yang terjadi?” dengan gemetar sambil berkata : ”Selimuti saya!”, ”Selimuti saya!”, maka Siti Khadijah pun menyelimutinya sehingga rasa takutnya sirna.
Lalu memberitahu Siti Khadijah tentang apa yang telah diperolehnya di Gua Hira dan berkata : “ Sesungguh saya khawatir terhadap diri saya sendiri” Khadijah menanggapinya dan menenangkannya serta meyakinnya, Nabi Muhammad saw : “ Sekali- sekali tidak, demi Allah, dia tidak akan merndahkan ditimu untuk selamanya, karena sesungguhnya engkau adalah orang yang menyambungkan tali persaudaraan, menanggung beban kesusahan orang lain, memberi orang yang tak punya, menjamu tamu, dan menolong orang yang menegakkan kebenaran.
Jadi itulah awal dari perjuangan beliau bahwasanya kita harus mengigat sejarah bahwa kita mempunyai nabi yang hebat yang sabar sebagai bukti cinta kita kepada beliau alangkah baiknya kita juga mengetahui sejarah perjuangan beliau, karena dengan jasanya kiata dapat menikmati agama kita, sampai saat ini.
Ig : @dendyherdi